Kamis, 15 Desember 2011

VIDEO SUSTER NGESOT DITENDANG SATPAM

Tuduhan penganiayaan yang ditujukan kepada satpam Galeri Ciumbeuleuit Hotel, Bandung, Sunarya (37) menyusul aksi spontannya menendang Mega Tri Pratiwi (20) hingga lebam dan tanggal giginya masih akan berlanjut.

Sunarya, dalam rekaman video CCTV di dalam lift gedung tersebut terlihat melakukan gerakan spontan dengan menendang sesosok mahluk mirip "suster ngesot" sesaat setelah pintu lift di lantai 17 terbuka. Belakangan diketahui, kejadian pada Sabtu dinihari itu sengaja dilakukan Mega untuk menakut-nakuti sejumlah temannya yang berada satu lift dengan Sunarya.

Benar saja, aksi Mega itu terbilang sukses. Dalam rekaman video terlihat, sejumlah orang yang ada di dalam lift terlihat ketakutan, dan meloncat kembali ke dalam lift saat melihat sosok Mega. Tapi satu hal yang tak terduga justru terjadi. Sunarya yang terlihat sangat spontan, dalam hitungan detik sempat menghujamkan tendangan kaki kanan ke arah sosok yang mengagetkan itu.

Alhasil, Mega terhempas, hingga gigi patah, luka lebam di pelipis, dan sempat tak sadarkan diri. Orang tua Mega yang tidak bisa menerima perlakukan itu, lantas melaporkan pria beranak dua itu atas tuduhan penganiayaan. Seperti yang dilansir TribunJabar, Rabu (14/12/2011), polisi akan memeriksa Sunarya Jumat (16/12/2011) mendatang.

"Kalau yang lima saksi, termasuk saksi korban itu sudah kami periksa. Nah, Satpam yang dilaporkan dituding melakukan penganiayaan baru akan kami periksa Jumat ini," ujar Kepala Hubungan Kemasyarakatan (Kasubag Humas) Polrestabes Bandung, Kompol Endang Sri Wahyu Utami di Mapolrestabes, kemarin.

Dalam menangani kasus ini, polisi sudah memeriksa 5 orang saksi, termasuk Mega. Selain Mega yang juga sebagai saksi korban, juga keempat rekannya yang pada saat kejadian ada di lokasi itu, yaitu berinisial F, B, C, dan M.

Mega diketahui saat itu bersama tujuh orang temannya sedang berlibur di Bandung. Mereka sejak Sabtu berada di GCH. Mega berencana menikmati akhir pekannya di Bandung.

Anwar Ibrahim Divonis Awal Tahun Depan

Dia diduga melakukan sodomi terhadap mantan ajudannya tahun 2008 lalu.

VIVAnews - Pengadilan dugaan sodomi jilid dua yang menimpa Anwar Ibrahim akhirnya akan segera rampung. Pengadilan Kuala Lumpur mengumumkan akan membacakan vonis pada 9 Januari tahun depan. Seperti dilansir dari kantor berita Bernama, Kamis 15 Desember 2011, hakim pengadilan tinggi Kuala Lumpur Mohamad Zabidin Mohd Diah mengumumkan tanggal vonis setelah pengacara Anwar mengakhiri pembelaannya. Anwar dalam pengadilan tersebut tetap mempertahankan argumennya sejak awal pengadilan dimulai Agustus 2008 lalu bahwa dia tidak bersalah. Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudannya, Saiful Bukhari Azlan, 26, di sebuah kondominium di daerah Damansara pada 26 Juni 2008. Jika pengadilan memvonisnya bersalah, maka dia diancam hukuman penjara hingga 20 tahun dan cambuk. Ini adalah kali kedua Anwar dituduh melakukan sodomi. Sebelumnya pada 2000, dia divonis sembilan tahun penjara karena terbukti bersalah telah menyodomi sopirnya, Azizan Abu Bakar. Namun, empat tahun kemudian, pengadilan menganulir hukumannya. Sebelumnya Selasa lalu, jaksa penuntut Yusof Zainal Abiden yakin Anwar akan dihukum berat. Dia mengatakan bahwa pembelaan Anwar hanyalah penyangkalan bahwa dia tidak melakukan sodomi. Dalam pembelaannya tersebut, Anwar tidak membantah ataupun membenarkan bukti-bukti bahwa dia berada di TKP saat peristiwa berlangsung. "Gagalnya terdakwa untuk membantah atau berargumen terhadap bukti yang disajikan sama saja mengakui kebenaran dari bukti tersebut," kata Abiden. Salah satu bukti yang sangat memberatkannya, kata Abiden, adalah sperma Anwar di tubuh Saiful. Baik Anwar maupun pengacaranya tidak dapat menjelaskan hal ini. "Temuan sperma tidak diperdebatkan oleh terdakwa," kata Yusof. Anwar dengan tegas membantah semua tuduhan kepadanya. Dia mengatakan bahwa tuduhan sodomi yang dialamatkan kepadanya persis seperti kasus sodomi sebelumnya. Pemimpin oposisi Malaysia ini mengatakan bahwa kasus ini adalah cara kotor pemimpin Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak, untuk menjatuhkan nama dan karirnya di bidang politik. (eh) • VIVAnews

Jumat, 09 Desember 2011

Setiap tanggal 10 November, rakyat Indonesia selalu memperingatinya sebagai Hari Pahlawan, hari dimana terjadi peristiwa besar tahun 1945 lalu di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pada 10 November 1945 terjadi pertempuran hebat antara arek-arek Suroboyo dengan pasukan Inggris yang diboncengi Belanda. Setidaknya 6.000 hingga 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200.000 rakyat sipil terpaksa mengungsi dari Surabaya. Sementara, korban dari pasukan asing sekitar 600 hingga 2.000 tentara. Banyaknya pejuang Indonesia yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November tersebut, kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan oleh Presiden Soekarno, sekitar tahun 1950-an hingga sekarang. Tanggal tersebut diusulkan Sumarsono, mantan pimpinan tertinggi gerakan Pemuda Republik Indonesia (PRI) yang ikut dalam perang itu. Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak pejuang Indonesia, tentara Inggris dan pasukan Belanda. Pertempuran tersebut merupakan perang pertama tentara Indonesia dengan pasukan asing, setelah Proklamasi Kemerdekaan. Juga salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan rakyat terhadap kolonialisme. Setelah para penjajah tersebut pergi dari bumi pertiwi, para pahlawan kemudian mewariskan nilai-nilai perjuangannya kepada generasi selanjutnya, agar dapat mengisi kemerdekaan, untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Indonesia. Di era kemerdekaan, peringatan hari pahlawan setiap tahunnya, seharusnya dapat dijadikan momentum, guna terus melestarikan dan mendayagunakan sikap dan prilaku para pahlawan itu. Seperti rela berkorban, pantang menyerah, percaya pada kemampuan diri sendiri, tanpa pamrih dengan dilandasi kesetiakawanan sosial yang tinggi. Namun saat ini, dalam memaknai hari pahlawan, pemerintah justru lebih mengedepankan unsur seremonial belaka. Hanya melakukan upacara mengheningkan cipta, dilanjutkan tabur bunga, dan berziarah di kuburan mereka yang telah gugur. Selanjutnya kembali lupa, tanpa peduli untuk menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan itu. Ironis, ternyata nilai-nilai perjuangan dan suri tauladan para pahlawan itu, tidak mampu diaplikasikan pemerintah dalam kehidupan bernegara. Contoh kecil, dahulu gelar pahlawan diberikan kepada seorang figur yang secara historis ikut berjuang dalam membantu mencapai kemerdekaan Indonesia. Kini, seiring bergantinya kepemimpinan negeri, tolok ukur kepahlawanan mulai tidak menengok dari sisi sejarah, tapi terang-terangan tergantung dari kepentingan rezim penguasa. Gelar pahlawan semestinya diukur dari jasa, pengabdian serta pengorbanannya dalam rangka melayani rakyat dan bangsanya, bukan melayani penguasa. Mantan Presiden AS John F Kennedy punya pernyataan terkenal "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawan". Namun, sebagai bangsa yang mengaku besar, Indonesia justru melupakan dan membiarkan sebagian para pejuang kemerdekaan dan keluarganya yang masih ada, hidup dalam keprihatinan dan belum merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Bayangkan! Saat hari pahlawan, Pemerintah Indonesia justru menganugerahi Mantan PM Jepang, Yasuo Fukuda, sebuah Bintang Mahaputera Adipradana atas jasanya, yang notabene berasal dari negara yang pernah menjajah negeri ini. Sementara, seorang veteran perang 10 November masih harus berjuang lagi dan memohon-mohon pada Presiden SBY untuk minta dirinya dibantu. Hal itu lantaran uang pensiun yang tak cukup dan dirinya sudah terlalu renta untuk menarik becak, yang menjadi profesinya selama ini. Sumber : Sungguh terlalu! membiarkan pahlawan sejati sengsara, tapi pahlawan "ecek-ecek" disanjung setinggi langit.

IRAN MEMAMERKAN PESAWAT PENGINTAI AMERIKA YANG JATUH

Dengungan yang ditampilkan di televisi Iran tampaknya berada dalam kondisi yang baik, yang tampaknya tidak konsisten dengan arahan yang tidak terkendali, meskipun inspeksi lebih dekat dari gambar muncul untuk mengungkapkan patah tulang ditempel pada bagian sayap. Di Pentagon, para pejabat senior mengatakan gambar video dari Iran sedang dianalisa oleh spesialis baik di militer dan di bagian lain dari pemerintah - mungkin badan intelijen. Para pejabat menolak untuk mengomentari apakah klip video itu sebenarnya menunjukkan pesawat tak berawak AS yang telah hilang. John Pike, direktur GlobalSecurity.org, sebuah perusahaan konsultan, mengatakan dalam menanggapi permintaan dari CNN tentang gambar video bahwa pesawat tidak melihat cara ia akan mengharapkan untuk melihat setelah terjadi kecelakaan, memicu kecurigaan bahwa Iran mungkin telah ditampilkan mock-up. Pakar penerbangan lainnya mengatakan kendaraan yang terlihat di video itu tampaknya otentik. Siaran rekaman itu bertepatan dengan pengumuman Iran bahwa mereka telah secara resmi memprotes apa yang disebut pelanggaran wilayah udara Iran oleh pesawat itu. Karena Iran dan Amerika Serikat tidak memiliki hubungan diplomatik langsung, Iran membuat pengaduan dengan memanggil duta besar dari Swiss, yang mengelola kepentingan AS di Iran. Pejabat AS telah mengidentifikasi pesawat yang hilang sebagai Sentinel RQ-170, pesawat bersayap kelelawar bersenjata yang digunakan oleh CIA yang bisa berlama-lama terdeteksi selama berjam-jam di 15.000 meter, jauh lebih tinggi daripada kebanyakan pesawat bisa terbang, dengan kamera dan peralatan sensor lain untuk memantau apa yang ada di tanah. Sebuah RQ-170 digunakan untuk mengumpulkan intelijen untuk serangan yang menewaskan Osama bin Laden dalam sebuah rumah yang aman di Pakistan awal tahun ini. Hilangnya suatu RQ-170 di Iran merupakan pukulan intelijen berpotensi signifikan bagi Amerika Serikat, yang telah meningkatkan upaya untuk memonitor situs nuklir Iran yang dicurigai. PBB mengeluarkan laporan 8 November bahwa Iran mungkin aktif bekerja pada senjata nuklir dan sistem pengiriman rudal. Iran menegaskan program nuklirnya adalah damai dan telah mengecam laporan PBB sebagai dalih dibuat untuk baru sanksi ekonomi Barat dan kemungkinan intervensi militer oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Pemimpin Iran, yang telah semakin terisolasi diplomatis atas masalah nuklir, arahkan ke dengungan sebagai bukti niat bermusuhan AS terhadap Iran. Di televisi negara, klip video itu diriwayatkan oleh suara yang mengatakan bahwa Iran Korps Pengawal Revolusi dan tentara telah bekerja sama dalam sebuah "serangan elektronik yang canggih" untuk menjatuhkan pesawat. Narator tak dikenal memberikan dimensi pesawat sebagai 26 meter dari ujung sayap ke ujung sayap, 4,5 meter dari hidung hingga ekor dan hampir dua meter tingginya. Narator juga mengatakan pesawat itu "sistem pengawasan elektronik dan berbagai radar" dan "bagian yang sangat maju teknologi." Dalam apa yang tampaknya merupakan upaya untuk menjelaskan penampilan rusak pesawat, Pengawal Revolusi Corps komandan, diidentifikasi sebagai Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, mengatakan dalam video yang dengung "itu terdeteksi oleh radar Iran secepat itu memasuki wilayah udara Iran dan dibawa turun oleh sistem militer Iran dengan kerusakan minimum mungkin. " Ahli militer AS meragukan klaim Iran justru karena kemampuan pesawat untuk menghindari deteksi radar. "Ini akan hampir mustahil bagi Iran untuk menembak jatuh sebuah RQ-170 karena diam-diam, oleh karena itu, pertahanan udara Iran tidak bisa melihatnya," kata Loren Thompson, seorang analis di Institut Lexington di Arlington, Va, yang Militer Times. "Sebagian karena alasan yang sama, adalah sangat tidak mungkin bahwa mereka menggunakan serangan cyber untuk menurunkan pesawat." Meskipun demikian, masih belum jelas bagaimana pengendali AS kehilangan kontak dengan pesawat hilang dan bagaimana hal itu tampaknya telah berakhir, tampaknya utuh, di tanah di Iran. Para pejabat AS tidak ditentukan di mana ia hilang. Milik negara Iran media mengatakan bahwa itu mendarat di dekat kota Kashmar, sekitar 225 kilometer dari perbatasan Afghanistan. Setengah resmi Iran Mehr kantor berita melaporkan hari Kamis bahwa pejabat dari Rusia dan China telah meminta Iran izin untuk memeriksa pesawat ditangkap. RQ-170 penerbangan yang paling rahasia dari upaya pengumpulan intelijen CIA di Iran, menurut para ahli AS dan pejabat yang telah diberi pengarahan tentang mereka.
New York Times News Service

Senin, 11 Juli 2011

Daftar Susu Formula yang Diteliti BPOM Kamis, 10 Februari 2011 | 16:07 WIB


susu yang disebut tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) justru mengumumkan telah mengambil 128 sampel produk susu formula dari berbagai merek. Pengambilan sampel itu untuk menguji kemungkinan ada tidaknya bakteri.

Sampel itu diambil selama periode 2008 – 2011. Rinciannya 2009 sebanyak 11 merk susu formula, 2010 sebanyak 99 merk susu formula, serta 18 merk susu formula yang tercatat hingga awal Februari 2011.

Namun dalam pengujian sampel itu, BPOM tidak menemukan satu pun susu formula yang terkontaminasi.

Ada pun beberapa sampel susu formula yang diuji BPOM antara lain produksi:


PT Mirota KSM Inc
PT Frisian Flag Indonesia
PT Nestle Indonsia
PT Sari Husada
PT Fontera Brand Indonesia
PT Gizindo Prima Nusantara
PT Indofood CBP Sukses Makmur
PT Indolakto
PT Kalbe Morinaga Indonesia
PT Mead Johnson
PT Mirota KSN
PT Netania Kasih Karunia Pier
PT Nestle Manufacturing Malaysia
PT Nutricia Cuijk Holland
PT Nutricia Indonesia
PT Nutricia Indonesia Sejahtera
PT Serena Indo Pangan Industri
PT Sugizindo untuk PT Sari Husada
PT Wyeth Indonesia
PT Wyeth Nutrisional Singapore
PT Mirota KSM
Wyeth Nutritionals Ireland
Abott Laboratories
Mead Johnson Nutritition
Nestle Netherland

Sementara berikut sebagian merek susu dan makanan bayi yang diuji BPOM:

Frisian Flag
Lactona
Lactogen
SGM
Anmum Infacare
Sun Baby Tomat Wortel
SUN Beras Merah
Indomilk
Chilmil
Morinaga BMT Platinum
Enfamil
Dancow 1 rasa madu
Dancow full cream
Dancow Nutri Gold
Cerelac Nestle
Bimbi Susu Formula
Nutrilon Hypo Allegenic
Anlene
Vitalac
S-26
Neosure
Pre Nan
Anlene Actifit Vanilia
Bebelac susu formula
Nutrilion I
Nan Nestle HA 1
Nutricia Bebelac 1



Sumber :http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/02/10/brk,20110210-312603,id.html